Beberapa malam yang lalu teman saya yang aneh menurut saya, bagaimana tidak dia sudah punya istri tapi kok critanya sama saya..sing belum punya, lha pacar aja masih gerilya, aku hanya bilang "waduh" gitu sambil nguya-nguyu (cengar-cengir/mringgas-mringgis) dia curhat ceritanya atau konseling lah ma aku. Tapi ngak apalah aku mencoba menjadi pendengar yang baik. dia bilang PANDANGANKU PADA SAAT PACARAN itu lebih positif yang kelihatanya itu baik-baik, bagus-bagus, BEDA pas pada saat sudah menikah katanya, kok kelihatanya banyak perbedaanya katanya. justru itu kamu di satukan dari dua menjadi satu untuk saling melengkapi, saling menguatkan, saling menolong. Kenapa akhir-akhir ini banyak orang bercerai ada yang bilang karena tidak cocok, tidak sama, tidak sepetri yang dulu lagi katanya. Lha mana ada orang sama persisss sifat dan perawakanya di dunia ini. Trus aku sok pinter memberi nasehat juga pada dia, aku hanya bilang :
1. Pandangan kita harus pada Tuhan, yaitu pada Tuhan yang sudah mau berkorban untuk kita, mau menebus dosa kita, mengampuni kita, kenapa kita tidak belaja untuk melakukan itu apa lagi pada Istri kita sendiri, mertua kita. Jangan arahkan pandangan kita malah ke masalah yang kita hadapi, itu malah akan menambah berat permasalahan kita, apalagi apa obat-abatan, minuman yang kelihatanya si enak penuh kenikmatan. jangan ya..
2. Menyadari keterbatasan kita, lha wong kita serba terbatas kok menuntut orang lain lebih. sempurna, tidak bercacat, tidak bermasalah piye jal.
3. Arahkan Pandangan Kita pada Tangung jawab, Kita harus jadi berkat bagi banyak orang, keluarga, teman-teman, saudara lingkungan, bangsa dan negara. Jangan banyak menuntut, apalagi membuat mereka untuk menyadari kita.
4. Tanggung Jawab untuk mengasihi hari depan, yaitu SORGA, jangan Mengandalkan Pangkat atau kedudukan kita. gitu deh kurang lebihnya yang saya ingat trus kita makan dan minum bareng di warung kecil dekat jalan ke alun alun.
Memandang ke Arah yang Tepat
Diposting By
Daniel Alfa
at
5:06 PM
0
comments
Rumus Peak Performance
Artikel ini sebenarnya adalah kiriman dari teman sekaligus sahabat online saya,dia ngasih aku banyak hal jadi aku ingin juga anda sahabat-sahabatku sekalian juga mengetahuinya. Dia tinggal di: Jl Janur Hijau I, Blok AA-5 No. 16 Tangerang Banten 15810 Indonesia. ini kirimanya :
Langkah Pertama dari rumus Peak Performance Orang yang telah meraih kesempurnaan mengikuti jalur yang tetap dalam mencapai keberhasilan. Saya sebut itu Rumus
keberhasilan Optimal (Performance) ( Anthony Robbins )
Mari kita bahas apa yang dimaksud oleh Anthony Robbins
dengan rumus keberhasilan optimal atau Peak Performance.
Langkah Pertama dari rumus ini adalah :
Mengetahui apa yang ingin dihasilkan, yaitu : menentukan
dengan tepat apa yang diinginkan.
Orang tidak malas. Mereka hanya memiliki tujuan yang
impoten yaitu tujuan yang tidak mengilhami mereka,
Anthony Robbins.
Langkah Kedua adalah bertindak kecuali kalau Anda
menginginkan itu tetap tinggal sebagai mimpi. Anda harus
memilih jenis tindakan yang diyakini mempunyai kemungkinan
terbesar dapat menghasilkan apa yang diinginkan. Tindakan
yang dilakukan tidak selalu menghasilkan apa yang diinginkan.
Langkah Ketiga adalah mengembangkan indera perasa untuk
mengetahui jenis tanggapannya dan hasil yang diperoleh dari
tindakan, dan memperhatikan secepat mungkin apakah akan
mendekati hasil atau menjauhinya. Anda harus tahu apa yang
diperoleh dari tindakan itu, dari perbincangan ataukah dari
kebiasaan sehari-hari. Kalau yang diperoleh bukanlah yang
diinginkan, perhatikanlah apa yang didapat dari tindakan itu,
sehingga dapat belajar dari pengalaman orang. Lalu lakukanlah
sementara ini dulu tunggu langkah ke empat di sini katanya..
ya kita tunggu aja ya...paling ngak lama kok..
Diposting By
Daniel Alfa
at
6:46 PM
0
comments
Pindah Keyakinan
Pada Zaman-zaman akhir(akhir zaman)akan banyak orang yang pindah keyakinan, Eleng-eling lan waspodo, mereka akan seperti beras yang di interi (pilihi) akan di pilih mana yang benar-benar mempunyai iman dan di dapati setia, maka jangan heran kalau banyak orang yang berpindah keyakinan, gara-gara ingin populer, ingin Harta, Ingin Tahta,Ingin Wanita/Pria. bahkan ingin masuk TV, karena lagi banyak program dunia untuk mengait bala surga pindah ke dunia yang fana, yang kesenanganya hanya sesaat paling meraka berjaya ya hanya 50 tahun lah, itu pun klo nga kena penyakit. Banyak cara yang dunia lakukan di antaranya sepetri: 1. di TV ada nanyak acara yang selalu menonjol-nonjolkan kalau ada orang yang pindah ke keyakinan dunia. (lewat majalah,koran,radio juga deh).
2. mendramatisir, dan megarang-ngarang certia sangat luar biasa'menurut logika pemikiran dunia yang sudah mau hancur nena ini.
3. menjanjikan semua isi dunia ini jika mau pindah ke keyakinan dunia.
Karena itu berhati-hatilah, karena sudah difirmankan bahwa pada akhir jaman banyak orang akan pindah agama, tetaplah tekun dan setia. itu yang di cari. karena untuk masu kedalam surga itu sepetri unta yang masuk ke lubang jarum. tidak rombongan, kayak mau masuk neraka. Tuhan Memberkati
Diposting By
Daniel Alfa
at
1:39 PM
1 comments







